Gubug pengkhatam Quran


Description

"Saya pasrahkan semuanya pada Allah, karena niat saya memang ingin membagikan ilmu agama secara Al sunnah waljamaah, walau pun kondisi sulit seperti ini, saya akan tetap berada disini dan berjuang mengajar ngaji" - ungkap beliau sambil menahan tangis"

Sundusiyah namanya, nenek berumur 71 tahun yang mengabdikan diri-nya sebagai seorang guru ngaji di kecamatan Cilincing, Jakarta utara.

92f5ad91-07ad-4f96-8783-f9eed0eb6a98.jpg

Di Kota Jakarta yang penuh dengan gedung-gedung tinggi dan padatnya pemukiman. Terdapat sebuah gubug reyot

02e3f6e4-5f27-417b-aca8-8fe9328ddcf6.jpg

dengan atap bocor yang telah berhasil mengajarkan 89 anak didiknya yang sangat dini, hingga menjadi pengkhatam Al-Quran dan bahkan diantaranya ada yang mendirikan pondok pesantren di luar pulau Jawa

Kisahnya berawal dari wasiat sang ayah yang ingin sang anak mengikuti jejaknya sebagai seorang kiyai

Pada umur Sundusiyah yang ke-13 tahun beliau menuntut ilmu agama di pondok pesantren Darul Ulum di Jombang, Malang selama 17 tahun

hingga tepatnya pada tahun 1989 di umur beliau yang ke 30. Beliau keluar dari pondok pesantren dan membuka sebuah bisnis, mujur tak dapat diraih bisnis beliau bangkrut dan hancur. Bahkan, rumah beliau pun disita oleh bank

Dalam keadaan pasrah dan tertekan rasa malu, pada tahun 2004 beliau memutuskan untuk pindah ke Cilincing, Jakarta Utara dan menetap di rumah anaknya yang sekarang hanya bekerja sebagai seorang buruh bengkel dengan upah 30rb dan uang makan 15 ribu

Kehidupan sehari-hari nenek berumur 71 tahun ini hanya mengajar ngaji untuk anak-anak dan tausiyah pengajian ibu-ibu di sekitaran mesjid cilincing

99790deb-32e0-4261-b88a-dccb9e47415f.jpg

Ini merupakan salah satu contoh pejuang agama islam yang tidak mendapatkan tempat layak untuk membagikan ilmu agamanya, apakah kita akan berdiam diri melihat kondisi nenek Sundusiyah yang sulit sedang dia membutuhkan uluran tangan kita? Apakah setega itu kita melihat tempat mengaji anak-anak yang bocor saat hujan datang?

fde7e366-b87a-4d62-82a5-076dbcc3a20e.jpg

Mari bantu gubug  nenek Sundusiyah menjadi tempat yang layak untuk anak-anak mengaji, sehingga ke depannya lebih banyak lagi generasi anak Indonesia yang menjadi pengkhatam Al-Quran